Update : Selasa, 03 Mei 2022, 15:37:43     Dilihat : 116 kali

Meski saat ini masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri, namun serangan belalang kembara masih terus terjadi di Pulau Sumba. Seperti halnya di Kabupaten Sumba Tengah, belalang kembara yang berasal dari padang rumput (savana). Kondisi populasi di lapangan bervariasi dari nimfa sampai dengan dewasa.

Ledakan serangan hama Belalang Kembara yang dikenal secara ilmiah sebagai Locusta migratoria di Pulau Sumba telah memusingkan petani dan masyarakat setempat. Serangan hama ini mengakibatkan sebagian petani terancam gagal panen bila tidak segera dikendalikan. Populasi belalang kembara yang sangat besar ini dalam waktu yang singkat dapat menghancurkan pertanaman padi, jagung, dan komoditas tanaman pangan lainnya.

Pada penghujung Bulan April ini Kementan terus menerjunkan Tim Brigade Proteksi Tanaman  untuk mengendlaikan belalang kembara di Kabupaten Sumba Tengah. Tim Kementan yang dipimpin oleh Abriani Fensionita selaku Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Serealia, telah melakukan monitoring menjelang Idul Fitri dan telah berkolaborasi bersama Kepala Dinas Pertanian Sumba Tengah bersama jajarannya dan warga masyarakat Sumba Tengah telah melakukan perburuan belalang kembara di beberapa kantong habitat hama tersebut.

“Alhamdulilah gerakan pengendalian belalang kembara kali ini kami fokuskan dengan cara mekanik yaitu berburu atau menangkap belalang kembara dewasa (imago) dengan menggunakan jaring. Kami libatkan warga masyarakat luas untuk berburu belalang kembara yang ada disekitar mereka dengan menggunakan jaring, kemudian hasil tangkapannya kita timbang dan kita beri uang sebagai obat lelahnya. Perburuan kita kali ini selama sepekan dapat menangkap sekitar 1 ton (1.000 kg) belalang kembara dewasa”, ungkap wanita yang akrap disapa Oni tersebut.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Tengah, Nyong Umbu Pari yang turut mendampingi kegiatan gerakan pengendalian/perburuan belalang kembara tersebut menegaskan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Tengah beserta seluruh jajarannya siap berkolaborasi menangani belalang kembara dan mengamankan wilayahnya dari serbuan hama tersebut.

“Kami beserta seluruh jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Tengah siap untuk bersama-sama dengan Tim dari pusat Kementan dan masyarakat Sumba Tengah bergotong royong mengendalikan hama belalang kembara yang kini meledak serangannya. Kami siap mengamankan Sumba tengah dari serbuan belalang kembara”, terang Pria yang biasa dipanggil Umbu Pari ini.

Umbu Pari juga menjelaskan bahwa pengendalian secara mekanik ini akan terus dilakukan selama libur Idul Fitri ini. “Meskipun suasana libur panjang, kami tetap turun ke lapangan mengawal pertanaman agar aman dari belalang kembara. Masyarakat kami turutsertakan dalam pengendalian secara mekanik. Kalau hanya mengandalkan petugas POPT dan perangkat pemerintahan lainnya tentu ini sangat berat sehingga mau tidak mau masyarakat harus bergerak Bersama-sama”, lanjut Kadistan Sumba Tengah.

Dihubungi di Jakarta, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Mohammad Takdir Mulyadi, menyatakan bahwa untuk mengamankan Sumba dari serangan belalang kembara, saat ini harus terus dilakukan kegiatan pengelolaan hama tersebut secara komprehensif, terpadu dan bersama-sama.

“Untuk menangani ledakan serangan hama belalang kembara di Sumba ini kita harus terus bergerak bersama-sama melakukan kegiatan pengelolaan secara komprehensif dan terpadu. Penanganan belalang dewasa (imago) yang biasanya melakukan migrasi dalam jumlah populasi yang besar dan dapat menyerang areal-areal pertanaman yang dilaluinya, maka cara pengendalian yang sesuai dan efektif adalah secara mekanik, yaitu dengan melakukan penangkapan menggunakan jaring. Cara ini cukup efektif megurangi populasinya, disamping itu juga dilakukan pengendalian secara kimia, yaitu dengan penyemprotan insektisida kimia yang sesuai pada koloni-koloni belalang kembara, yang idealnya dilakukan pada malam hari saat belalang kembara aktif makan. Untuk gerakan perburuan belalang kembara, tim pemburu, selama sepekan ini berhasil menangkap sekitar 1 ton belalang kembara dewasa/imago”, jelas Takdir.

Selanjutnya Takdir juga mengungkapkan bahwa pengelolaan serangan hama belalang kembara ini akan terus dilakukan sampai dapat dikendalikan pada tingkat populasi yang aman atau tidak merusak pertanaman.

“Penanganan belalang kembara ini akan terus kita kawal sampai populasi hama tersebut stabil pada tingkat yang tidak membahayakan/merusak pertanaman. Berbagai upaya telah dan akan kita lakukan, antara lain: pemetaan kantong-kantong habitat tempat penetasan berikut pengendaliannya, pengamatan migrasinya, eksplorasi agens hayati lokal yang potensial untuk mengendalikannya, dan upaya pemulihan ekosistem yang seimbang seperti melakukan konservasi musuh alaminya (predator/pemangsanya) yang nantinya akan dapat mengendalikan populasi belalang kembara secara alami. Untuk itu kami minta dukungan dari seluruh stake holder agar terus bersama-sama berupaya menangani ledakan serangan hama belalang kembara ini”, tegas Takdir.

Pernyataan Takdir tersebut sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi. “Untuk menangani ledakan serangan belalang kembara di Sumba kita memerlukan waktu yang cukup, teknik pengendalian yang tepat, dan kerja sama antar semua stake holder yang baik. Semua pemangku kepentingan usaha tani pangan mempunyai kewajiban yang sama, yaitu turut serta mengendalikan serangan hama belalang kembara yang sekarang merebak ini”, tegas Suwandi.

Pernyataan takdir dan Suwandi tersebut selaras dengan arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo bahwa untuk menangani serangan hama tanaman sesuai dengan amanat Undang-undang No 22 Tahun 2019 dilakukan dengan sistem pengelolaan hama terpadu (PHT) dan tugas tersebut merupakan tanggung jawab semua komponen bangsa.

“Pelindungan tanaman menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah, petani, para pelaku usaha, dan masyarakat luas. Untuk itu saya mengajak para gubernur, bupati, dan semua elemen pemerintah daerah, juga para pengusaha serta seluruh masyarakat untuk turut serta mengawal dan mendukung upaya penanganan belalang kembara dan kegiatan pelindungan pertanian lainnya, demi terwujudnya lumbung pangan nasional”, tegas Doktor alumni Unhas tersebut.

(Kontributor Suparni, S.P., M.Sc. & Gandi Purnama, S.P, M.Si)

 

Pencarian :
AGENDA


PENGUMUMAN